Selasa, 07 Mei 2013

1

Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif

Posted in

 TEKNIK ANALISIS DATA PENELITIAN KUALITATIF
A. Pengertian Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai berbagai sumber dan dengan menggunakan berbagai macam teknik pengumpulan data yang dilakukan secara terus menerus sampai data itu jenuh. Bogdan menyatakan bahwa “Data analysis is the process of systenatically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others”. Analisis data adalah proses mencari dan meyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan –bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikankepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit- unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceriterakan kepada orang lain. Menurut Sugiyono (2011:244), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data kualitatif bersifat induktif yang selanjutnya dikembangkian menjadi suatu hipotesis kemudian selanjutnya dicarikan kembali secara berulang-ulang sehingga menhhsilkan keputusan apakah hipotesis tersebut bisa diterima dan jika iya maka hipotesistersebut berkembang menjadi teori. B. Proses Analisis Data Dalam penelitian kualitatif , proses analisis data berlangsung baik sebelum terjun ke lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. 1. Analisis Sebelum di lapangan Analisis dilakukan berdasarkan hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan menentukan fokus penelitian. Diibaratkan seseorang ingin mencari hiu putih di suatu laut. Berdasarkan pada suhu dan kedalaman laut diperkirakan bahwa dilaut tersebut terdapat hiu putih. Sehingga peneliti memfokuskan untuk menemukan hiu putih dalam laut tersebut setelah peneliti masuk kedalam laut namun tidak menemukan keberadaan hiu putih maka jika ia seorang peneliti kuantitatif maka tentu ia akan membatalkan penelitiannya. Tetapi jika penelitian kualitatif tidak akan membatalkannya karena fokus penelitian bersifat sementara. Dalam penelitian kualitatif jika tidak ditemukan fokus penelitian yang telah dirumuskan dalam proposal maka peneliti akan merubah fokus penelitiannya yang tidak lagi berfokus pada hiu putih tetapi akan merubah kepada ikan-ikan lainnya bahkan juga mengamati terumbu karang yang ada di laut tersebut. 2. Analisis Data di lapangan Model Miles dan Huberman Analisis data kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang di wawancarai. Bila jawaban informan setelah dianalisis terasa belum memuaskan maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai tahap tertentu. Aktifitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display dan data conclusion drawing atau verification. a. Data reduction ( reduksi data ) Data yang diperoleh dari lapangan sangat banyak oleh karena itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui rediksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal- hal yang pokok, memfokuskan pada hal- hal yang penting, dicari tema dan polanya. Hal ini berarti data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan . Dalam mereduksi data, setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, jika peneliti dalam melakukan penelitian, menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data. Ibarat melakukan penelitian di laut, maka ikan-ikan atau terumbu karang yang belum dikenal selama ini, justru dijadikan fokus untuk pengamatan selanjutnya. b. Data Display (Penyajian Data) Dalam penelitian kualitatif penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dan penyajian data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. c. Conclusion Drawing atau verification Langkah selanjutnya dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif kemungkinan dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal atau kemungkinan juga tidak karena seperti yang telah diketahui bahwasanya masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa diskusi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih samar-samar sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. 3. Analisis Data di Lapangan Model Spradley Spradley (1980) membagi analisis data penelitian kualitatif menjadi beberapa tahapan penelitian. Menurutnya proses penelitian kualitaif setelah memasuki lapangan dimulai dengan menetapkan seorang informan kunci (key informant) yang dipercaya mampu memberikan penjelasan-enjelasan untuk bisa memasuki objek penelitian. Setelah itu peneliti melakukan wawancara kepada informan tersebut dengan tidak lupa untuk mencatat hasil wawancaranya.setelah iti perhatian peneliti pada objek penelitian dan memulai menhgajukan pertanyaan deskriptif, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis terhadap hasil wawancara. Berdasarkan hasil dari analisis wawancara selanjutnya peneliti melakukan analisis domain. Pada langkah selanjutnya yaitu langkah ketujuh peneliti sudah menentukan fokus dan melakukan analisis taksonomi. Berdasarkan hasil analisis taksonomi selanjtnya peneliti mengajukan pertanyaan kontras yang dilakukan dengan analisis komponensial. Hasil dari analisis komponensial selanjtnya peneliti menemukan tema-tema budaya. Berdasarkan temuan-temuan tersebut selanjtnya peneliti menuliskan laporan penelitian etnografi. Proses penelitian bermula dari yang luas kemudian memfokus dan kemudian meluas kembali. 12. Menulis laporan penelitian kualitatif 11. Temuan budaya 10. Melakukan analisis tema 9. Melakukan analisis komponensial 8. Melakukan observasi terseleksi 7. melaksanakan analisis taksonomi 6. Melakukan observasi terfokus 5. melakukan analisis domain 4. Melakukan observasi deskriptif 3. Mencatat hasil observasi dan wawancara 2. Melaksanakan observasi partisipan 1. Memilih situasi soaial (tempat, aktor dan aktifitas) a. Analisis Domain Setelah peneliti memasuki objek penelitian yang berupa tempat, aktor dan aktifitas selanjutnya peneliti melakukan observasi partisipan, mencatat hasil observasi dan wawancara, melakukan observasi deskriptif dan selanjutnya adalah melakukan observasi domain. Analisis domain dilakukan untuk memperoleh gambaran yang umum dan menyeluruh tentang situasi sosial yang diteliti atau objek penelitian. Data diperoleh dari minitour question yang hasilnya berupa gambaran umum tentang objek yang diteliti yang sebelumnya belum pernah diketahui. Dalam analisis ini informasi yang diperoleh belum mendalam namun sudah menemukan domain atau kategori dari situasi sosial yang diteliti. Spradley mengatakan bahwa suatu domain adalah merupakan kategori budaya yang terdiri dari tiga elemen yaitu cover term, included term, dan semantic relationship. Untuk menemukan domain dari objek yang diteliti, Spradley menyarankan untuk melakukan analisis hubungan semantik antar kategori yang meliputi sembilan tipe yaitu jenis, ruang, sebab akibat, rasional, lokasi untuk melakukan sesuatu, fungsi, cara mencapai tujuan, urutan dan atribut. Included Term Hubungan Semantik Cover Term SD adalah jenis dari Sekolah atau PT SMP adalah jenis dari Sekolah atau PT SMA adalah jenis dari Sekolah atau PT Perguruan Tinggi adalah jenis dari Sekolah atau PT b. Analisis Taksonomi Setelah peneliti melakukan analisis domain maka selanjutnya domain yang dipilih oleh peneliti ditetapkan sebagai fokus penelitian, perlu di perdalam lagi melalui pengumpulan data di lapangan. Pengumpulan data dilakukan terus menerus melali pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi sehingga data yang terkumpul menjadi banyak. Analisis taksonomi adalah analisis terhadap keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan domain yang telah di tetapkan. Hasil analisis taksonomi dapat disajikan dalam bentuk diagram kotak, diagram garis dan simpul. Misalkan domain yang ditetapkan adalah jenjang pendidikan formal maka melalui analisis taksonomi untuk pendidikan dasar terdiri atas sekolah dasar ( SD / MI ), Sekolah Menengah Pertama ( SMP /MTs ) dan selanjutnya Sekolah Menengah Atas ( SMA / MA dan SMK/ MAK ) dan terakhir adalah pendidikan tinggi terdiri atas Akademi, Politeknik, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas. c. Analisis Komponensial Dalam analisis taksonomi , yang diurai adalah domain yang telah ditetapkan menjadi fokus. Melalui analisis taksonomi setiap domain dicari elemen yang serupa. Itu diperoleh melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi yang terfokus. Dalam analisis komponensial yang dicari untuk diorganisasikan dalam domain adalah yang memiliki perbedaan yang kontras. Data ini dicari melalui observasi , wawancara dan dokumentasi yang terseleksi. Sebagai contoh dalam analisisi taksonomi telah ditemukan berbagai jenjang dan jenis pendidikan kemudian selanjutnya dicari elemen yang spesifik dan kontras pada setiap jenis dan jenjang pendidikan pada aspek tujuan, kurikulum, peserta didik, tenaga kependidikan dan sistem manajemen pendidikan. d. Analisis Tema Budaya Analisis tema merupakan upaya untuk mencari titik permasalahannya “benang merah”. Dengan ditemukannya benang merah dari hasil analisis domain, analisis taksonomi dan analisis komponensial maka akan tersusun suatu konstruksi bangunan objek penelitian yang awalnya masih samar-samar. Inti dari analisis tema budaya adalah bagaimana peneliti mampu menyusun puzzle yang berserakan sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Misalkan gambar atau puzzle itu berupa gambar rumah hewan jadi tema budayanya adalah rumah hewan. Prof. Dr. Sugiyono .2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.Bandung : Alfabeta Drs. Toto Syatori Nasehuddien, M.Pd, 2008, Metodologi Penelitian.

1 komentar: